Para mas-mas
atau mbak-mbak coba siapa yang masih ingat sama drama buatan kelas IPS 2 ?.....
kalau nggak ini ada teks dramanya. Coba di lihat siapa tau bisa buat mengenang
masa lalu yang indah
penokohan:
1.
Ganjang : Pecandu
rokok
2.
Erda : Teman dekat ganjang
3.
Betsy : Pacar ganjang
4.
Novita : Teman betsy
5.
Rizcha : Ibu novita dewi
6.
Teni : Ibu kost
7.
Punjung : Pak RT
8.
Bima : Hansip
MEROKOK
Siang hari di kost Ganjang yang sepi, berkumpullah 2 remaja SMA
yang sedang berbincang-bincang membicarakan tentang rencana mereka untuk
merayakan tahun baru, mereka ngobrol sambil merokok dengan rilexnya.
Ganjang: “Bro gimana rencana
kita buad tahun baru nanti?”(duduk sambil merokok)
Erda: “Ya gimana bro santai
aja lah, kan tahun baru masih kurang beberapa hari lagi”.(menanggapi dengan santai)
Ganjang: “Gimana kalo kita
buad rencana sepesial.”
Erda: Apa itu?”(pensaran)
Ganjang: “Bagaimana kalau
malam tahun baru kita lewati dengan pesta minuman, gimana menurutmu ideku coy?”(dengan
semangat mengajak)
Erda: “Masuk!! masuk!!”(tegas
erda)
Tiba-tiba ibu kost datang dengan
marah-marah dan menggedor-gedor puntu.
Teni: “Ganjang-Ganjang!!”(dengan
suara keras marah-marah)
Ganjang: “W0oyo.”(langsung
berdiri)
Teni: “Kamu ini sudah 3 bulan
tidak bayar kost. Kapan kamu mau bayar hah!!”
Ganjang: “Apa!!”(luebay)
Erda: ”duitnya di buat
pacaran ae.”
Ganjang: ” Modelmu le le…”
(dengan mendrong bahu Erda)
Teni: ”Ganjang!!!! saya
sedang berbicara dengan kamu.!!!”
Ganjang: ” Iya bu, saya
ngerti. Tapi saya belum punya uang untuk melunasi utang-utang saya, Saya mohon
pengertin ibu….” (mengharap)
Teni:” Sampai kapan kamu mau
seperti ini terus?, dan kapan kamu akan melunasi tunggakan-tunggakan ini hah….”(dengan
serius dan marah)
Ganjang hanya terdiam dan menundukkan kepala,
dan ibu kost meninggalkan Ganjang dengan wajah merengut dan masih marah.
Erda:” le…!! Le…!! makanya
kalo di kasih uang kost ya di bayarkan dong, jangan di buat mabuk-mabukan aja
dong!!”(duduk kembali)
Ganjang:” Gayamu le le yang
ngajak kan kamu, kenapa sekarang ikut-ikutan menyalahkan aku.”(kembali duduk dan
melanjutkan merokok lagi)
Erda:”Ya sudah gak usah di
fikir lagi, yang terpenting sekarang bagaimana rencana kita tahun baru nanti.”
Ganjang:”Ya jadi dong…,
gimana sih loh.”(tertawa keci)
Selang beberapa jam kemudian datang pacar
Ganjang yaitu Betsy, dia datang dengan wajah yang murung dan terlihat lesu.
Erda:”Woi coy, gimana
kabarmu.?”(sambil mengangkat tangan)
Betsy:” (hanya tertunduk dan
terdiam tanpa respon)
Ganjang:” Sayang…., kamu
kenapa..?”(memanjakan Betsy)
Betsy; Pech, aku lagi
BT.!”(sambil memegang kepala)
Gajang:”Kenapa sih..?”(dengan
penuh Tanya)
Betsy: “kamu kan tau beb, aku
pengen banget jadi artis papan atas.”
Erda: ”Hah..!! kamu mau jadi
artis.!”(bingung dan tersenym)
Betsy: “Emang kenapa.? Gak
boleh.?(terlihat marah dan tersinggung.”
Ganjang:”Terus kenapa to
beb..?”
Betsy:”Aku tu sudah ikut beberapa
casting tapi gak keterima yank, padahal aku sudah keluar duit
banyak.”(mengeluh)
Ganjang:”Ya sudah gak ucah di
fikir lagi, mending sekarang kita mikirin acara tahun baru yang akan datang.”
Betsy:” Acara apa..?”(penuh
Tanya)
Erda:” Sudahlah yang penting
kamu ikut aja sama kita, OK.”(tersenyum)
Betsy:”Ya sudah, manut pean aku.”(terlihat pasrah)
Erda dan Betsy meninggalkan
kost-kost an Ganjang, mereka pulang ke rumah masing-masing. Beberapa hari
kemudian, mereka kembali mendatangi kos Ganjang yaitu Erda, Betsy dan ditambah temannya
Betsy,mereka datang untuk membicarakan acara tahun baru mereka.
Erda:”Jang, Ganjang…”(sambil
mengetuk pintu)
Ganjang:”Oh iya,
gimana-gimana bro.”(sambil membuka pintu)
Erda :”Biasa lah.”(tertawa
kecil sambil memasuki ruangan)
Ganjang:” loch ini siapa.?”(menunjuk
ke arah Novita dengan penuh Tanya)
Betsy: “Dia temenku yank, dia
lagi gak heppy hari ini, ada masalah kecil lah.., kenalin yank namanya Novita.”(merangkul
Novita)
Novita: “Aku Novita.”
Ganjang:” Salam kenal ya nov,
di sini kamu akan heppy nov, santai aja di sini, OK.!.”(bergerak menuju kursi
dan duduk di samping Erda)
Keasikan mereka berempat bercanda tawa
bersama, sambil merokok bersama bahkan Betsy dan Novitapun ikut merokok,tanpa
mereka sadari novita yang baru mereka kenal memiliki penyakit asma yang sangat
rentan terhadap asap rokok, dan saat itu pula kembali datang ibu kost yang
ingin menagih uang kost Ganjang yang belum di lunasi.
Teni:” Jang-gonjang-ganjing.”(menggedor
pintu dan bernada keras)
Ganjang:” OOeehhkk..”(langsung berdiri dari tempat duduknya)
Seketika asap rokok keluar dari
kamar kost ganjang.
Teni: “ Ya Allah… Ganjang-Ganjang..!!”(menggelengkan
kepala dan berkacak pinggang)
Ganjang; “ kenapa bu..?”
Teni: “Masih Tanya kenapa lagi,!!
Lihat ini kamarmu seperti kebakaran saja, merokok itu gak baik Njang, ngerti
kamu..!!”(marah)
Ganjang: “Enggak bu.”(sambil
menggelengkan kepala)
Teni: “Hah gak tau.!!”(melotot
dan nyolot)
Ganjang:“Iya
iya iya iya bu….saya tau.”(sedikit tertawa dan gagap)
Ibu kost masih marah-marah kepada Ganjang
bersamaan dengan itu lewatlah pak RT di depan kos-kosan ibu teni.lalu ia
menghampiri kos-kosan.
Punjung:”Assalamualaikum
wr.wb. “
Teni: “ Walaikumsalam wr.wb.”
(menoleh ke belakang dan menjawab salam pak RT)
Punjung: ”Ada apa sih bu,
sepertinya ada masalah serius??”(terihat serius menanyakan)
Teni: “Ini loh pak, anak-anak
SMA jaman sekarang, boros dan membuang-buang waktu dengan hal yang tidak
penting. Dan satu lagi anak ini pak, udah 3 bulan gak bayar kos-kosan dan
sekrang enak-enakan merokok di dalam kamar kost.(menunjuk ke arah ganjang yang
sedang berdiri dihadapan ibu kost)
Punjung: ”kaya lagu aja bu,
sudah 3 bulan.”(tersenyum)
Teni: ”emang ada ya pak?
Bapak bisa aja.”(terheran)
Punjung: ”kalian ini sudah
dewasa, seharusnya kamu bisa memilih mana yang benar dan salah.”(menegur Ganjang
dan kawan-kawan)
Teni: “kalo ngerokoknya
sesama cowok gak papa tapi ini sama cewe juga, kalo sudah gini gimana ini pak.”(sambil
menunjuk Betsy yang ada di dalam kamar kost Ganjang)
Punjung: “Bagaimana sebaiknya
kalau kita panggikan keamanan komplek ini, supaya masalah ini terselesaikan,
gimana bu?”(bertanya kepada ibu Teni)
Teni: “Boleh pak lebih cepat
lebih baik.”(menegaskan)
Punjung: ”sebentar, saya
panggikan keamanan komplek ini.”(menelpon satpam)
Kemudian setelah ditelfon hansippun datang dengan dan tergesa-gesa.
Bima; “Siap pak ada apa?”(dengan
hormat)
Punjung:”Darimana saja kok
lama banget!!”
Bima:” Saya tadi jaga di pos
pak.”
Punjung: “Kok lama, padahal posmu
kan di seberang sini.”(tetap bertanya)
Bima: ”lha posyandu og pak.”
Punjung: ”gayamu bim-bim…”
Bima: ”Ada apa ini kok ribut-ribut!!!!!!.”
Punjung: ”Ini loh anak-anak
merokok di dalam kamar dan membawa anak perempuan,“
Teni: ”ini kan bukan tempat prostitusi,
jadi gak boleh ada anak laki dan perempuan di dalam sebuah kamar dan itupun
bukan mukhrimnya.”(teni menambahkan)
Bima:”Iya, memang betul itu!!”(tegas
Bima)
Punjung:”Trus gimana ini?”
Tapi tiba-tiba novita asmanya kambuh ,tidak kuat menahan akhrnya
pingsan seketika itupun seisi ruangan dilanda kepanikan.
Betsy: ”Nov Nov Nov Nov!!
Kamu kenapa?”(tiba-tiba Novita pingsan di samping Betsy)
Ganjang: ”Gimana ini!!”(mendatangi
Novita yang pingsan)
Betsy: “Sudahlah ayo di
angkat.”
Erda: “Gak usah di angkat,
emang mau di bawa kemana anaknya, baringkan saja di kursi itu.”(tegasnya)
Punjung: ”Telfon saja
orangtuanya, siapa yang tau no hp ibunya.”(bertanya dengan tegas)
Teni: ”Aku mau ambil air
putih dulu ya.”(pergi mengambil air putih di rumah)
Betsy: “Ini pak saya punya no
hp ibunya Novita, tapi bapak saja yang mengabari masalah ini kepada ibunya Novita
ya pak!”(memberi solusi)
Setelah pak RT menghubungi keluarga
Novita, ibu dari Novita akhirnya datang ke tempat kejadian.
Riska: “Ya Allah kenapa ini
bisa terjadi, kenapa anak saya Ya Allah. Siapa yang menyebabkan anak saya
seperti ini?”(memegang Novita yang sedang terbaring lemah)
Betsy: “Gak tau bu tiba-tiba
pingsan.”(Betsy menjelaskan)
Riska: “Gak mungkin!!”(tegasnya)
Teni: “Loh ini apa ibunya Novita
ya?”(masuk ruangan dan kaget)
Riska: “Iya bu!”
Teni: “Gini loh bu, anak 3
ini belakangan ini sering ke kost-kost annya Ganjang, mereka berempat ini
menghabiskan waktu hanya dengan merokok. Setiap harinya sudah saya tegur tapi
tetap saja gak mau mengerti.”
Bima: “Bawa perempuan segala
lagi di dalam kamar.”
Punjung: “Sudah-sudah kita
gak sepatutnya menyalahkan satu sama lain.”
Bima: “Iya bener, kita
seharusnya intropeksi diri masing-masing.”
Riska: “Sudahlah jangan
berdebat, kita urus dulu anak saya ini.”(mengeraskan suara)
Beberapa saat kemudian Novita akhirnya
tersadar dari pingsannya, dan langsung duduk.
Riska: “Akhirnya kamu sadar
ta, kamu kenapa nak?”(sambil memeluk Novita yang hanya terdiam bingung)
Novita: “Aku gak papa mah!aku
hanya pusing dan sesak nafas .”
Punjung: “Mulai sekarang gak
usah ada lagi kumpul-kumpul gak berguna seperti ini apalagi di tambah dengan
merokok.
Teni: “Ini Novita minum dulu
air putihnya!”(memberikan air putih kepada Novita)
Novita: “Maafin aku ya mah!”
Riska: “Gak papa nak,
pokoknya jangan di ulang lagi yang seperti ini. Dan untuk kalian juga, gak usah
lah bertingkah seperti ini, toh kalian cuma merugikan diri sendiri dan orang
lain.”
Punjung: “Iya bener, dan
jadikan ini sebagai pelajaran untuk kalian semua, ingat masa depan kalian masih
panjang, masih banyak hal-hal yang jauh lebih berguna di luar sana.”
Ganjang: “Iya saya mengerti
dan saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf, dan kami berjanji tidak akan
mengulangi perbuatan buruk ini lagi.”
Bima: “Ya gitu dong, baru
remaja yang baik, apa kata dunia kalo kalian begini terus, berubah menjadi
lebih baik itu hal yang mudah jika kita mempunyai niat yang kuat. Begitulah
kata kepala suku beta.”
Erda: “Oh iya Njang, terus
gimana acara tahun baru yang kita rencanakan dari kemarin?”
Betsy: “Ssstttt, Erda!! Kamu
ini, nanti saja kalo mau membicarakan soal itu.”
Ganjang: “Alah, gak jadi!!
Mending kita melewati malam tahun baru dengan melihat kembang api di gumul,
bagaimana?”
Erda: “Ya sudah kalo gitu,
manut tok aku.”
Bima: “Eh beta tidak kamu
ajak kah?”
Erda: “Wani piro?”
Punjung: “Bim, kamu itu sudah
tua, gak usah lah ikut acara anak muda, ingat anak istri di rumah Bim.”(menasehati)
Riska: “Sekarang masalahnya
sudah selesai, dan sekarang lebih baik kita pulang ke rumah masing-masing.”(berdiri
dan lngsung menggandeng tangan Novita)
Teni: “Njang jangan lupa loh
bayar uang kostnya!!”
Ganjang: “Iya-iya bu!!”
Akhirnya mereka semua sadar bahwa merokok itu merugikan, baik diri
sendiri maupun orang lain. Mereka kembali ke rumah masing-masing dan sejak saat
itu mereka tidak pernah mengulangi perbuatan jelek itu lagi.
THE END











0 komentar: