cozwei

----

Smangad

jika dapat yang baru jangan lupakan yang lama.
| ::

Navbar3

Search This Blog

Minggu, 24 Februari 2013

Naskah Drama Ips 2

Para mas-mas atau mbak-mbak coba siapa yang masih ingat sama drama buatan kelas IPS 2 ?..... kalau nggak ini ada teks dramanya. Coba di lihat siapa tau bisa buat mengenang masa lalu yang indah 

  penokohan:
1.      Ganjang : Pecandu rokok
2.      Erda        : Teman dekat ganjang
3.      Betsy      : Pacar ganjang
4.      Novita    : Teman betsy
5.      Rizcha    : Ibu novita dewi
6.      Teni        : Ibu kost
7.      Punjung : Pak RT
8.      Bima       : Hansip
MEROKOK
                Siang hari di kost Ganjang yang sepi, berkumpullah 2 remaja SMA yang sedang berbincang-bincang membicarakan tentang rencana mereka untuk merayakan tahun baru, mereka ngobrol sambil merokok dengan rilexnya.
Ganjang: “Bro gimana rencana kita buad tahun baru nanti?”(duduk sambil    merokok)
Erda: “Ya gimana bro santai aja lah, kan tahun baru masih kurang beberapa hari            lagi”.(menanggapi dengan santai)
Ganjang: “Gimana kalo kita buad rencana sepesial.”
Erda: Apa itu?”(pensaran)
Ganjang: “Bagaimana kalau malam tahun baru kita lewati dengan pesta minuman, gimana menurutmu ideku coy?”(dengan semangat mengajak)
Erda: “Masuk!! masuk!!”(tegas erda)
            Tiba-tiba ibu kost datang dengan marah-marah dan menggedor-gedor puntu.
Teni: “Ganjang-Ganjang!!”(dengan suara keras marah-marah)
Ganjang: “W0oyo.”(langsung berdiri)
Teni: “Kamu ini sudah 3 bulan tidak bayar kost. Kapan kamu mau bayar hah!!”
Ganjang: “Apa!!”(luebay)
Erda: ”duitnya di buat pacaran ae.”
Ganjang: ” Modelmu le le…” (dengan mendrong bahu Erda)
Teni: ”Ganjang!!!! saya sedang berbicara dengan kamu.!!!”
Ganjang: ” Iya bu, saya ngerti. Tapi saya belum punya uang untuk melunasi utang-utang saya, Saya mohon pengertin ibu….” (mengharap)
Teni:” Sampai kapan kamu mau seperti ini terus?, dan kapan kamu akan melunasi tunggakan-tunggakan ini hah….”(dengan serius dan marah)
            Ganjang hanya terdiam dan menundukkan kepala, dan ibu kost meninggalkan Ganjang dengan wajah merengut dan masih marah.
Erda:” le…!! Le…!! makanya kalo di kasih uang kost ya di bayarkan dong, jangan di buat mabuk-mabukan aja dong!!”(duduk kembali)
Ganjang:” Gayamu le le yang ngajak kan kamu, kenapa sekarang ikut-ikutan  menyalahkan aku.”(kembali duduk dan melanjutkan merokok lagi)
Erda:”Ya sudah gak usah di fikir lagi, yang terpenting sekarang bagaimana rencana kita tahun baru nanti.”
Ganjang:”Ya jadi dong…, gimana sih loh.”(tertawa keci)
            Selang beberapa jam kemudian datang pacar Ganjang yaitu Betsy, dia datang dengan wajah yang murung dan terlihat lesu.
Erda:”Woi coy, gimana kabarmu.?”(sambil mengangkat tangan)
Betsy:” (hanya tertunduk dan terdiam tanpa respon)
Ganjang:” Sayang…., kamu kenapa..?”(memanjakan Betsy)
Betsy; Pech, aku lagi BT.!”(sambil memegang kepala)
Gajang:”Kenapa sih..?”(dengan penuh Tanya)
Betsy: “kamu kan tau beb, aku pengen banget jadi artis papan atas.”
Erda: ”Hah..!! kamu mau jadi artis.!”(bingung dan tersenym)
Betsy: “Emang kenapa.? Gak boleh.?(terlihat marah dan tersinggung.”
Ganjang:”Terus kenapa to beb..?”
Betsy:”Aku tu sudah ikut beberapa casting tapi gak keterima yank, padahal aku sudah keluar duit banyak.”(mengeluh)
Ganjang:”Ya sudah gak ucah di fikir lagi, mending sekarang kita mikirin acara tahun baru yang akan datang.”
Betsy:” Acara apa..?”(penuh Tanya)
Erda:” Sudahlah yang penting kamu ikut aja sama kita, OK.”(tersenyum)
Betsy:”Ya sudah, manut  pean aku.”(terlihat pasrah)
 Erda dan Betsy meninggalkan kost-kost an Ganjang, mereka pulang ke rumah masing-masing. Beberapa hari kemudian, mereka kembali mendatangi kos Ganjang yaitu Erda, Betsy dan ditambah temannya Betsy,mereka datang untuk membicarakan acara tahun baru mereka.
Erda:”Jang, Ganjang…”(sambil mengetuk pintu)
Ganjang:”Oh iya, gimana-gimana bro.”(sambil membuka pintu)
Erda :”Biasa lah.”(tertawa kecil sambil memasuki ruangan)
Ganjang:” loch ini siapa.?”(menunjuk ke arah Novita dengan penuh Tanya)
Betsy: “Dia temenku yank, dia lagi gak heppy hari ini, ada masalah kecil lah.., kenalin yank namanya Novita.”(merangkul Novita)
Novita: “Aku Novita.”
Ganjang:” Salam kenal ya nov, di sini kamu akan heppy nov, santai aja di sini, OK.!.”(bergerak menuju kursi dan duduk di samping Erda)
            Keasikan mereka berempat bercanda tawa bersama, sambil merokok bersama bahkan Betsy dan Novitapun ikut merokok,tanpa mereka sadari novita yang baru mereka kenal memiliki penyakit asma yang sangat rentan terhadap asap rokok, dan saat itu pula kembali datang ibu kost yang ingin menagih uang kost Ganjang yang belum di lunasi.
Teni:” Jang-gonjang-ganjing.”(menggedor pintu dan bernada keras)
Ganjang:”  OOeehhkk..”(langsung berdiri dari tempat duduknya)
                Seketika asap rokok keluar dari kamar kost ganjang.
Teni: “ Ya Allah… Ganjang-Ganjang..!!”(menggelengkan kepala dan berkacak pinggang)
Ganjang; “ kenapa bu..?”
Teni: “Masih Tanya kenapa lagi,!! Lihat ini kamarmu seperti kebakaran saja, merokok itu gak baik Njang, ngerti kamu..!!”(marah)
Ganjang: “Enggak bu.”(sambil menggelengkan kepala)
Teni: “Hah gak tau.!!”(melotot dan nyolot)
Ganjang:“Iya iya iya iya bu….saya tau.”(sedikit tertawa dan gagap)
            Ibu kost masih marah-marah kepada Ganjang bersamaan dengan itu lewatlah pak RT di depan kos-kosan ibu teni.lalu ia menghampiri kos-kosan.
Punjung:”Assalamualaikum wr.wb. “
Teni: “ Walaikumsalam wr.wb.” (menoleh ke belakang dan menjawab salam pak RT)
Punjung: ”Ada apa sih bu, sepertinya ada masalah serius??”(terihat serius menanyakan)
Teni: “Ini loh pak, anak-anak SMA jaman sekarang, boros dan membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting. Dan satu lagi anak ini pak, udah 3 bulan gak bayar kos-kosan dan sekrang enak-enakan merokok di dalam kamar kost.(menunjuk ke arah ganjang yang sedang berdiri dihadapan ibu kost)
Punjung: ”kaya lagu aja bu, sudah 3 bulan.”(tersenyum)
Teni: ”emang ada ya pak? Bapak bisa aja.”(terheran)
Punjung: ”kalian ini sudah dewasa, seharusnya kamu bisa memilih mana yang benar dan salah.”(menegur Ganjang dan kawan-kawan)
Teni: “kalo ngerokoknya sesama cowok gak papa tapi ini sama cewe juga, kalo sudah gini gimana ini pak.”(sambil menunjuk Betsy yang ada di dalam kamar kost Ganjang)
Punjung: “Bagaimana sebaiknya kalau kita panggikan keamanan komplek ini, supaya masalah ini terselesaikan, gimana bu?”(bertanya kepada ibu Teni)
Teni: “Boleh pak lebih cepat lebih baik.”(menegaskan)
Punjung: ”sebentar, saya panggikan keamanan komplek ini.”(menelpon satpam)
            Kemudian setelah ditelfon  hansippun datang dengan  dan tergesa-gesa.
Bima; “Siap pak ada apa?”(dengan hormat)
Punjung:”Darimana saja kok lama banget!!”
Bima:” Saya tadi jaga di pos pak.”
Punjung: “Kok lama, padahal posmu kan di seberang sini.”(tetap bertanya)
Bima: ”lha posyandu og pak.”
Punjung: ”gayamu bim-bim…”
Bima: ”Ada apa ini kok ribut-ribut!!!!!!.”
Punjung: ”Ini loh anak-anak merokok di dalam kamar dan membawa anak perempuan,“
Teni: ”ini kan bukan tempat prostitusi, jadi gak boleh ada anak laki dan perempuan di dalam sebuah kamar dan itupun bukan mukhrimnya.”(teni menambahkan)
Bima:”Iya, memang betul itu!!”(tegas Bima)
Punjung:”Trus gimana ini?”

Tapi tiba-tiba novita asmanya kambuh ,tidak kuat menahan akhrnya pingsan seketika itupun seisi ruangan dilanda kepanikan.
Betsy: ”Nov Nov Nov Nov!! Kamu kenapa?”(tiba-tiba Novita pingsan di samping Betsy)
Ganjang: ”Gimana ini!!”(mendatangi Novita yang pingsan)
Betsy: “Sudahlah ayo di angkat.”
Erda: “Gak usah di angkat, emang mau di bawa kemana anaknya, baringkan saja di kursi itu.”(tegasnya)
Punjung: ”Telfon saja orangtuanya, siapa yang tau no hp ibunya.”(bertanya dengan tegas)
Teni: ”Aku mau ambil air putih dulu ya.”(pergi mengambil air putih di rumah)
Betsy: “Ini pak saya punya no hp ibunya Novita, tapi bapak saja yang mengabari masalah ini kepada ibunya Novita ya pak!”(memberi solusi)
            Setelah pak RT menghubungi keluarga Novita, ibu dari Novita akhirnya datang ke tempat kejadian.
Riska: “Ya Allah kenapa ini bisa terjadi, kenapa anak saya Ya Allah. Siapa yang menyebabkan anak saya seperti ini?”(memegang Novita yang sedang terbaring lemah)
Betsy: “Gak tau bu tiba-tiba pingsan.”(Betsy menjelaskan)
Riska: “Gak mungkin!!”(tegasnya)
Teni: “Loh ini apa ibunya Novita ya?”(masuk ruangan dan kaget)
Riska: “Iya bu!”
Teni: “Gini loh bu, anak 3 ini belakangan ini sering ke kost-kost annya Ganjang, mereka berempat ini menghabiskan waktu hanya dengan merokok. Setiap harinya sudah saya tegur tapi tetap saja gak mau mengerti.”
Bima: “Bawa perempuan segala lagi di dalam kamar.”
Punjung: “Sudah-sudah kita gak sepatutnya menyalahkan satu sama lain.”
Bima: “Iya bener, kita seharusnya intropeksi diri masing-masing.”
Riska: “Sudahlah jangan berdebat, kita urus dulu anak saya ini.”(mengeraskan suara)          
            Beberapa saat kemudian Novita akhirnya tersadar dari pingsannya, dan langsung duduk.
Riska: “Akhirnya kamu sadar ta, kamu kenapa nak?”(sambil memeluk Novita yang hanya terdiam bingung)
Novita: “Aku gak papa mah!aku hanya pusing dan sesak nafas .”
Punjung: “Mulai sekarang gak usah ada lagi kumpul-kumpul gak berguna seperti ini apalagi di tambah dengan merokok.
Teni: “Ini Novita minum dulu air putihnya!”(memberikan air putih kepada Novita)
Novita: “Maafin aku ya mah!”
Riska: “Gak papa nak, pokoknya jangan di ulang lagi yang seperti ini. Dan untuk kalian juga, gak usah lah bertingkah seperti ini, toh kalian cuma merugikan diri sendiri dan orang lain.”
Punjung: “Iya bener, dan jadikan ini sebagai pelajaran untuk kalian semua, ingat masa depan kalian masih panjang, masih banyak hal-hal yang jauh lebih berguna di luar sana.”
Ganjang: “Iya saya mengerti dan saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf, dan kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan buruk ini lagi.”
Bima: “Ya gitu dong, baru remaja yang baik, apa kata dunia kalo kalian begini terus, berubah menjadi lebih baik itu hal yang mudah jika kita mempunyai niat yang kuat. Begitulah kata kepala suku beta.”
Erda: “Oh iya Njang, terus gimana acara tahun baru yang kita rencanakan dari kemarin?”
Betsy: “Ssstttt, Erda!! Kamu ini, nanti saja kalo mau membicarakan soal itu.”
Ganjang: “Alah, gak jadi!! Mending kita melewati malam tahun baru dengan melihat kembang api di gumul, bagaimana?”
Erda: “Ya sudah kalo gitu, manut tok aku.”
Bima: “Eh beta tidak kamu ajak kah?”
Erda: “Wani piro?”
Punjung: “Bim, kamu itu sudah tua, gak usah lah ikut acara anak muda, ingat anak istri di rumah Bim.”(menasehati)
Riska: “Sekarang masalahnya sudah selesai, dan sekarang lebih baik kita pulang ke rumah masing-masing.”(berdiri dan lngsung menggandeng tangan Novita)
Teni: “Njang jangan lupa loh bayar uang kostnya!!”
Ganjang: “Iya-iya bu!!”
                Akhirnya mereka semua sadar bahwa merokok itu merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain. Mereka kembali ke rumah masing-masing dan sejak saat itu mereka tidak pernah mengulangi perbuatan jelek itu lagi.

THE END

0 komentar: